Waikabubak, wartapolri.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat dan sekitarnya semakin hari semakin meningkat, hingga hari ini tanggal 7 Agustus 2021 pukul 18.00 WITA, kasus terkonkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat sebanyak 371 kasus.
Dengan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat dan sekitarnya, Rumah Sakit Kristen (RSK) Lende Moripa menggratiskan Swab Rapid Antigen bagi setiap pasien rawat inap di Rumah Sakit Kristen (RSK) Lende Moripa dan diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan Swab Antigen Covid-19.
Di dalam Surat Edaran (SE) Nomor : 6755 / 24 /VIII / 2021 Tentang Kewajiban Pemeriksaan Swab Antigen Bagi Semua Pasien Rawat Inap di RSK Lende Moripa yang disampaikan langsung oleh Direktur Rumah Sakit Kristen (RSK) Lende Moripa, dr. Loeta Lapoe Moekoe menyatakan bahwa, “Sehubungan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat dan sekitarnya, serta juga memperhatikan banyaknya petugas RSK Lende Moripa yang terpapar Covid-19, maka untuk setiap pasien rawat inap di RSK Lende Moripa wajib dilakukan pemeriksaan Swab Antigen Covid-19. Oleh karena itu pemeriksaan Swab Rapid Antigen bagi pasien yang perlu dirawat di RSK Lende Moripa tidak dipungut biaya (gratis),” demikian isi Surat Edaran (SE) yang disampaikan oleh Direktur RSK Lende Moripa via WhatsApp kepada media wartapolri, Sabtu (7/8/2021) malam.
Direktur Rumah Sakit Kristen (RSK) Lende Moripa, dr. Loeta Lapoe Moekoe, kepada media ini menyampaikan alasan menggratiskan Swab Rapid Antigen untuk setiap pasien rawat inap di RSK. Lende Moripa.
Direktur RSK. Lende Moripa mengatakan bahwa “Sampai sore ini ruang isolasi Covid-19 di RSK Lende Moripa, dari kapasitas 11 (Sebelas) kamar yang tersedia dengan 11 (Sebelas) tempat tidur yang ada, terisi 10 (Sepuluh) pasien Covid-19. Mau tidak mau kami harus lakukan ini, untuk amankan pasien semua yang rawat inap supaya jangan sampai ada pasien yang OTG, opname dengan sakit lain (misalnya melahirkan, atau kecelakaan, atau operasi hernia dll, atau pasien hipertensi, sakit gula dst yang tidak ada keluhan demam, batuk). Karna tidak di Swab, kami rawat di ruang biasa, akhirnya bisa menulari pasien lain, ” terang Direktur RSK. Lende Moripa yang sering disapa Dokter Dedy
Direktur RSK. Lende Moripa juga menyampaikan bahwa hingga hari ini tanggal 7 Agustus 2021, petugas RSK. Lende Moripa sudah 11 (Sebelas) orang yang terinfeksi positif Covid-19.
“Melihat peningkatan jumlah kasus yang luar biasa, maka harus kita waspadai penularan akan semakin banyak dan berarti banyak juga pasien OTG di sekitar kita dan di mana-mana. Bulan Agustus ini baru sampai tanggal 7, sudah ada 11 (Sebelas) petugas kami yang positif. Kebanyakan OTG atau dengan gejala ringan. Tapi harus isolasi selama 14 hari. Akibatnya tenaga semakin berkurang. Dengan banyaknya petugas yang terpapar, membuat kami ambil kebijakan untuk periksa Swab Rapid Antigen semua pasien yang opname dan resikonya kebutuhan reagen swab meningkat,” ungkap Dokter Dedy
“Ini kebanyakan petugas bukan di ruang covid. Jadi, petugas di ruang covid relatif aman karena sudah pakai APD lengkap. Hanya 1 (satu) petugas dari ruang covid, sedangkan 10 (Sepuluh) orang bertugas di luar ruang covid. Jadi pakai APD level 1 atau 2, kalau di ruang covid pakai APD Level 3”, imbuhnya
Direktur RSK. Lende Moripa ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumba Barat dan sekitarnya untuk terus berhati-hati serta memperketat protokol kesehatan.
“Semoga bisa membuat masyarakat lebih berhati-hati dan lebih ketat lagi menerapkan protokol kesehatan demi kepentingan bersama”, tuturnya
Penulis : Anton Gallu

