Warta Polri.com.Dompu NTB.- Sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat Dompu ketika ada kasus hukum yang sedang di tangani aparat penegak hukum maka kerap kali jalan akan di blokir. Kejadian ini kali yang kesekian yang di lakukan oleh puluhan warga di cabang tiga sanggopa sante jelan mengarah ke wilayah kilo dan kecamatan Sanggar tepatnya di Desa Doro Melo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu provinsi NTB, Kemarin Sabtu ( 31/07/2021 ) sekitar pukul 16.00 Wita.
Aksi spontanitas yang lakukan oleh puluhan orang Warga Doro Melo yang koordinir Arif Budi Santoso tersebut karena di picu oleh adanya penggerebekan Sabung ayam oleh anggota polres Dompu dengan menangkap tiga orang warga Doro Melo. Tidak terima warganya di tangkap petugas, kemudian masyarakat memblokade jalan Negara.kejadian ini sesuai hasil pantauan lapangan awak media suara semesta bareng Warta Polri.com.

Warga memblokir jalan tersebut dengan menggunakan batu, ranting kayu, dan Pos Kamling di sertai pembakaran ban sambil melakukan orasi oleh Korlapnya dengan mengatakan,
‘ kami mendesak agar ke tiga warga Doro Melo yang di tahan oleh aparat maksudnya anggota Polres Dompu untuk di bebaskan dan apabila tuntuntan kami ini di penuhi maka kami akan tetap melakukan pemblokiran jalan, teriaknya.
Mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penutupan jalan Kapolsek Manggelewa Iptu Abdul Malik SH dan Danramil Lettu Inf. Maturidi bergegas turun ke tempat kejadian untuk melakukan dialog langsung dengan warganya.
Menurut Kapolsek dan Danramil Manggelewa menghimbau kepada masyarakat agar membuka akses jalan tersebut apalagi saat ini sedang di laksanakan penerapan PPKM MIKRO covid 19.dan akibat penutupan akses jalan itu ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat macet total.
Kemudian Kapolsek dan Danramil bersedia menfasilitasikan perwakilan masyarakat untuk menuju ke Mapolres Dompu dan siap mengkoordinasikan masalah ini.jelasnya.
Kemudian saran dan himbauan Kapolsek bersama Danramil di terima oleh tiga orang perwakilan warga untuk di antarkan menuju Polres Dompu, namun aksi pemblokiran jalan tetap di lakukan oleh masyarakat lainya.
” Kami tidak akan membuka jalan ini sebelum perwakilan kami yang di utus ke Polres Dompu kembali ke tempat ini.ucap Korlapnya.
Berdasarkan pantauan wartawan media di lokasi kejadian,sembari menunggu kembali perwakilan warga yang pergi ke polres Dompu, Danramil serta Kapolsek dan Kades setempat intens melakukan penggalangan dengan tokoh masyarakat,tokoh pemuda dan tokoh agama sambil meminta pengertiannya agar akses jalan dapat di buka sementara agar tidak terjadi antrian panjang kendaraan dari dan menuju Dompu Kempo serta sebaliknya.bahkan Kapolsek akan membubar paksa pendemo dengan mendatangkan anggota Brimob Kompi C Pelopor Dompu, tegasnya
Namun upaya yang di lakukan oleh Kapolsek sia sia karena masyarakat tetap kekeh untuk bertahan tidak membukakan jalan. Karena mereka akan membuka akses jalan ini apabila ada hasil koordinasi dari pihak Polres Dompu selesai.
Sekitar pukul 20.30 Wita perwakilan warga yang berkoordinasi dengan polres kembali ke tempat kejadian perkara dan memerintahkan kepada masyarakat untuk membuka kembali jalan tersebut dan di bantu oleh anggota Polsek dan Danramil agar membersihkan batu, kayu dan poskamling yang ada di tengah jalan sampai bersih.selanjutnya akses jalan dari dan menuju Dompu Kempo, Sanggar dan kecamatan Kilo kembali normal.
Kemudian pasca pemblokiran jalan tersebut pihak aparat Polsek dan Danramil tetap melakukan pemantauan di lokasi kejadian dan kondisi jalan kembali kondusif serta arus lalu lintas terkendali normal. Pungkas. Rdw ddo.

