Bupati Yohanis Dade Kukuhkan Pengurus Forum Anak Kabupaten Sumba Barat Periode 2022 – 2023

Waikabubak, wartapolri.com – Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH mengukuhkan Pengurus Forum Anak Kabupaten Sumba Barat Periode 2022-2023 di Aula Kantor Bupati Sumba Barat, Senin (20/6/22).

Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Plt. Sekda Kabupaten Sumba Barat, Para Anggota Forkopimda Kabupaten Sumba Barat, Ketua Pengadilan Agama Waikabubak, Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja, Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat, Para Camat se-Kabupaten Sumba Barat, Kepala Sekolah SLTP dan SLTA se-Kabupaten Sumba Barat, Perwakilan Yayasan Save The Children, dan Perwakilan Yayasan Stimulant Institute serta para pelajar sebagai calon pengurus Forum Anak Kabupaten Sumba Barat.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP5A, Chatrina E. Kariam,S.Kom, menyampaikan bahwa forum anak merupakan wadah partisipasi anak dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak, dikelola oleh anak dan dibina oleh pemerintah. Forum tersebut menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak untuk berpartisipasi dan menyampaikan pendapat dalam setiap tahapan pembangunan sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasannya.

“Adapun tujuan diselenggarakannya pengukuhan forum anak Kabupaten Sumba Barat yaitu untuk memberikan landasan penyelenggaraan forum anak, layanan yang baik terhadap anak, memberikan rasa aman dan nyaman terhadap anak, adapun peserta forum anak sebanyak 23 orang perwakilan pelajar di Kabupaten Sumba Barat,” jelas Chatrina E. Kariam.

Ketua Forum Anak yang baru saja dikukuhkan, Jessica C. Bela Pewu yang berkesempatan memberikan sambutan berharap perhatian dan dukungan pemerintah melalui Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat terhadap rencana kerja forum anak yang telah ditetapkan.

“Dari program forum anak Kabupaten Sumba Barat yang telah saya sampaikan diatas ini tidak akan mungkin terlaksana secara baik karena kami sebagai anak masih sangat terbatas untuk mewujudkan apa yang menjadi impian dan harapan kami walaupun program kerja telah ditetapkan. Oleh karena itu, melalui forum yang terhormat ini mewakili aspirasi dan harapan anak-anak Sumba Barat saya mohon perhatian dan dukungan Bapak Bupati dan Bapak wakil Bupati Sumba Barat agar seluruh rencana kerja forum anak yang telah ditetapkan ini dapat terlaksana dengan baik sehingga Sumba Barat menjadi Kabupaten yang ramah Anak karena kekerasan terhadap Anak telah ditiadakan serta hak-hak Anak telah dipenuhi secara baik,” harap Jessica.

Ia juga berharap dengan pengukuhan forum anak tingkat Kabupaten hari ini, dapat ditindak lanjuti dengan pembentukan forum anak secara berjenjang di tingkat kecamatan dan tingkat desa, karena dengan terbentuknya forum secara berjenjang ini anak-anak dapat diberi ruang yang cukup untuk berpatisipasi dan terlibat dalam berbagai forum perencanaan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat.

Selanjutnya, Bupati Sumba Barat dalam sambutannya menjelaskan bagaimana membangun karakter sejak dini untuk meraih kesuksesan di masa depan. Dalam mengejar cita-cita, anak anak harus memiliki tujuan. Selain itu, Bupati juga berpesan untuk menjunjung tinggi kejujuran dan rendah hati dan rasa hormat kepada orang lain. Ia juga berharap semua pihak berkerjasama dan berkomitmen dalam upaya perlindungan bagi anak-anak.

“Harapan saya kepada semua pihak agar dapat bekerjasama dan berkomitmen dalam upaya peningkatan dan perlindungan bagi anak-anak yang ada di seluruh dunia, anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Kabupaten Sumba Barat, karena anak-anak adalah harapan dan masa depan, mereka harus di cintai, diperhatikan dan dipupuk. Semoga anak-anak kita terus menerangi hidup kita dan mencapai kesuksesan besar,” harap Bupati Yohanis Dade.

Pembentukan dan Pengukuhan Pengurus Forum Anak Kabupaten Sumba Barat Periode 2022-2023 ini merupakan salah satu upaya untuk pemenuhan hak partisipasi anak sehingga mereka dapat menyalurkan aspirasi serta dapat berpartisipasi secara langsung pada setiap tahapan proses kegiatan tersebut.

Pembentukan Forum Anak ditujukan untuk menciptakan wadah partisipasi anak guna menyampaikan aspirasi, menyalurkan kreativitas, sehingga suara dan aspirasi anak dapat didengar dan direspon secara sungguh-sungguh dan proporsional dalam setiap tahap pembangunan. Forum Anak diperlukan karena suara, aspirasi, kebutuhan dan kepentingan anak perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses pembangunan nasional.

Pembentukan dan pengukuhan Forum Anak ini diharapkan menjadi jembatan agar anak selalu berkomunikasi serta berinteraksi, dan meningkatan kapasitas anak di bidang penanaman nilai-nilai luhur budaya bangsa, nasionalisme, patriotisme serta pengembangan karakter bangsa.

Bupati Yohanis berharap kepada Pengurus Forum Anak Kabupaten Sumba Barat yang baru dilantik dan dikukuhkan hari ini untuk mengemban tugas yang telah di berikan dengan sebaik-baiknya.

Bupati juga mengingatkan kembali bahwa Forum Anak mempunyai fungsi sebagai wadah partisipasi anak yang menampung aspirasi, suara, pendapat, keinginan, dan kebutuhan anak tentang pemenuhan hak anak serta perlindungan khusus anak dalam proses pembangunan.

“Saudara berperan serta sebagai Pelopor dan Pelapor yang diwadahi dalam Forum Anak, dan berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan. Jadilah pelopor dengan senantiasa membiasakan bertindak, berpikir, berkata positif, berinovasi, kreatif serta menjadi contoh, pedoman atau acuan bagi masyarakat dan anak-anak dimulai dari diri sendiri dalam melakukan upaya pencegahan dan edukasi hak-hak anak. Jadilah pelapor dengan melaporkan hambatan pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak yang dialami diri sendiri maupun orang lain kepada pemerintah melalui pendamping dalam hal ini Dinas DP5A,” pesan Bupati Yohanis Dade.

Kemudian diakhir sambutannya Bupati Yohanis kembali berpesan agar Forum Anak terlibat dan berpartisipasi aktif menyampaikan suaranya, dalam rangka pemenuhan hak dan mewujudkan Kabupaten Sumba Barat Layak Anak.

Sumber : Humas Pemda Sumba Barat

Mungkin Anda Menyukai